daftar

Penting:
Sebelum registrasi diharapkan mengirimkan email ke dika_for_testing@yahoo.com untuk mendapatkan
kode kupon yang harus anda masukan pada saat registrasi dan untuk
mendapatkan
modal $5. Email akan dibalas 2x24 jam..
Setelah mendapatkan kode kupon silahkan anda langsung Daftar di Marketiva

Wednesday, February 29, 2012

4 Tipe Indikator Forex yang perlu dipahami [Part-2]

Melanjutkan pembahasan mengenai tipe indikator bagian pertama, masih ada 2 indikator forex yang akan kita bahas lagi.
Semoga bermanfaat sebagai pijakan awal bagi anda yang baru belajar trading . Mari kita lanjutkan :)

Indikator overbought / oversold

Trader biasanya dianjurkan untuk trading sesuai arah major trend. Namun terkadang kita tidak yakin apakah akan langsung melakukan open posisi secepatnya atau menunggu terjadinya pullback ketika major trend telah terkonfirmasi.
Contoh, ketika kita telah yakin bahwa major trend adalah turun, maka kita bisa memilih untuk open posisi saat itu juga, atau menunggu harga menguat sedikit sebelum melakukan open posisi.
Bila kita memilih menunggu terjadinya pullback, maka diharapkan resiko yang terjadi juga lebih kecil. Untuk itu, trader bisa memilih untuk menggunakan overbought / oversold indikator pada kondisi ini.
Salah satu indikator yang cocok untuk ini adalah relative strength index (RSI). Indikator ini mengakumulasikan pergerakan chart selama rentang waktu tertentu, dan mengkalkulasikannya kedalam suatu nilai bilangan dari 0 sampai dengan 100. Angka 20 pada RSI bisa diartikan bahwa harga berada pada kondisi oversold, dan angka 80 adalah kondisi overbought. Namun tidak semua trader menggunakan ukuran yang sama untuk kondisi tersebut.
Pada gambar dibawah ini kita menggunakan 3-day RSI, 50-day MA dan 200-day MA. Secara general ketika garis 50-day MA (warna kuning) berada di bawah garis 200-day MA (abu-abu), trader bisa langsung mengambil open posisi SELL. Namun trader bisa mempertimbangkan untuk melakukan open posisi SELL setelah RSI menunjukkan kondisi overbought (kolom transparan).
indikator forex relative strenght index

Indikator Profit Taking

Tipe indikator terakhir yang diperlukan oleh trader adalah indikator yang mampu untuk menentukan kapan harus close posisi ketika berada pada kondisi profit. Ada beberapa indikator yang tersedia, bahkan 3-day RSI juga dapat digunakan untuk ini.
Salah satu Indikator yang paling popular untuk taking profit adalah Bollinger Bands. Indikator ini mengumpulkan data historis harga dan membentuknya menjadi suatu garis terowongan (channel).
indikator forex bollinger bands
Trader yang sedang melakukan open posisi buy dapat melakukan profit taking ketika harga menyentuh garis channel paling atas, dan trader yang melakukan open posisi sell dapat melakukan profit taking ketika harga menyentuh garis channel paling bawah.
Akhir kata, bagi trader yang ingin melakukan keputusan open posisi, kita mungkin harus sabar menunggu untuk menemukan momen yang tepat. Dengan mempelajari dasar-dasar dari indikator forex ini, kita dapat meminimalisir potensial resiko yang terjadi. Jangan lupa juga untuk selalu memperhatikan money management kita sesuai kemampuan capital yang tersedia.
Bagaimana dengan anda? dari keempat indikator tersebut, adakah yang anda gunakan? Mari berbagi pengalaman bersama :)
Sumber: http://www.futuresgalleriablog.com/2011/06/01/4-tipe-indikator-forex-yang-perlu-dipahami-part-2/

No comments:

Post a Comment